Cara Daftar ORCID Terbaru
Kalau kamu mulai masuk dunia akademik—entah itu mahasiswa S1, S2, S3, atau dosen, istilah “ORCID ID” pasti akan sering muncul. Bahkan sekarang, banyak jurnal internasional minta ORCID sebagai syarat submit.
Masalahnya, masih banyak yang belum tahu cara daftarnya. Padahal prosesnya cepat dan gratis.
Baca juga: Cara Membuat Akun Google Scholar Terbaru
Sebenarnya ORCID ID Itu Apa?
Sederhananya, ORCID itu “KTP-nya peneliti”.
Isinya bukan biodata biasa, tapi identitas digital yang menghubungkan semua karya ilmiah kamu seperti artikel jurnal, conference, sampai buku.
Kenapa ini penting? Karena di dunia akademik, banyak banget orang yang namanya mirip. ORCID memastikan semua karya itu benar-benar milik kamu, bukan orang lain.
Cara Daftar ORCID ID (Langsung Praktik)
Gak perlu ribet, cukup ikuti langkah ini:
1. Masuk ke Website ORCID
Buka: https://orcid.org
2. Klik “Register”
Di halaman depan langsung ada tombol daftar. Klik saja.
3. Isi Data Dasar
- Nama
- Password
Saran: pakai email yang memang kamu gunakan untuk urusan akademik.
4. Masukin data pekerjaan (kalau mau dikosongkan juga tidak apa-apa tinggal pilih "Skip")
5. Pilih Setting Visibilitas
Ada pilihan:
- Everyone
- Trusted parties
- Only me
Kalau kamu serius mau dipakai untuk jurnal atau publikasi, dan dapat dilihat oleh semua orang, pilih Everyone.
6. Kamu bisa aktifkan atau tidak untuk menerima the ORCID tips
7. Centang Terms of Use dan Complete Registration
8. ORCID ID Kamu Langsung Jadi
Setelah itu, kamu akan dapat ID unik (biasanya 16 digit angka). Itu yang nanti dipakai saat submit jurnal. Jangan lupa untuk verifikasi email
Baca juga: Cara Mendapatkan Penulis Jurnal dari Luar Negeri
Yang Sering Terlewat Setelah Daftar
Nah, ini yang sering kejadian.
Banyak orang sudah bikin ORCID, tapi… dibiarkan kosong.
Padahal seharusnya kamu lanjut:
- Tambahkan kampus atau afiliasi
- Masukkan publikasi (kalau sudah ada)
- Hubungkan ke Scopus atau Google Scholar
Kalau dibiarkan kosong, ya fungsinya jadi kurang maksimal.
Kenapa ORCID Sekarang Penting?
Dulu mungkin opsional, sekarang sudah mulai jadi standar.
- Banyak jurnal minta ORCID saat submit
- Mempermudah tracking publikasi
- Terintegrasi dengan sistem seperti Scopus
- Jadi identitas resmi peneliti
Jadi kalau kamu punya rencana publikasi (apalagi internasional), sebaiknya punya dari sekarang.
Nah, gitu cara daftar ORCID ID sebenarnya gampang banget—bahkan bisa selesai dalam 5 menit. Tapi manfaatnya besar, terutama kalau kamu serius di dunia akademik.
Baca juga: PRISMA SLR Definisi dan Tahapan
Jangan cuma daftar, tapi juga isi dan kelola profilnya. Karena di dunia penelitian, identitas itu penting.